Mengenal 4 Organisasi eSports di Indonesia Beserta Tanggung Jawabnya

 

Di Indonesia sendiri, perkembangan industri esports kian tahun semakin maju dan berkembang pesat membuat banyak pihak sadar akan perlunya wadah yang mampu menaungi para pemain dan tim esports yang ada di Indonesia supaya orang-orang yang berbakat bisa dibina dengan baik dan benar.

Laju perkembangan teknologi telah memasuki masyarakat khusunya para anak muda untuk berinovasi. Gebrakan modern tersebut sudah melahirkan banyak perangkat dan juga aplikasi yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas hidup manusia, tetapi juga menghadirkan sarana hiburan yang baru. Dan kini Esports menjadi sarana yang baru dan menjadikan inovasi yang lagi tren di era sekarang ini.

Kemudian, dibuatlah berbagai organisasi yang bisa berbagi tugas dan tanggung jawab untuk mengembangkan dan membesarkan industri esports di Indonesia.

Sampai saat ini, setidaknya ada 3 lembaga resmi yang siap menjadi wadah bagi para atlet esports Indonesia mulai dari bentukan pemerintah, hingga asosiasi dari tim esports itu sendiri.

Berikut ini kita akan membahas dan mengulas organisasi esports yang ada di Indonesia beserta tugas pokok dan tanggung jawabnya masing-masing.

1. Indonesia Esports Association (IESPA)

IESPA atau yang biasa di sebut dengan Indonesia Esports Association ini merupakan suatu organisasi pertama yang ada di Indonesia yang menaungi para pemain di tanah air.

Tepatnya dibentuk pada tanggal 1 April 2014 lalu ini bekerja sama dengan Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI).

Untuk sat ini IESPA dipimpin oleh Eddy Lim, yang bertanggung jawab membidangi mulai dari game offline, game online, game develoving, serta tim gaming yang ada di Indonesia.

IESPA juga menjadi penyalur utama untuk para atlet esports untuk turun dikompetisi level internasional, seperti contohnya saat perhelatan akbar Asian Gmaes 2019 yang lalu.

2. Asosiasi Olahraga Video Game Indonesia (AVGI)

Asosiasi yang dibentuk pada tanggal 16 Juli 2019 lalu ini diberi nama Asosiasi Olahraga Video Game Indonesia (AVGI).

AVGI ini dipimpin oleh mantan dari tim ONIC Esports yaitu yang bernama Rob Clinton Kardinal. Sejak awal pendirian asosiasi ini AVGI dikasih tugas dan tanggung jawab untuk melakukan pendataan para pemain esports yang ada di Indonesia, baik itu pemain yang profesional maupun pemain yang belum profesional yang terikat dengan tim.

3. Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI)

Asosiasi ini di urus dan dibina langsung oleh pemerintah Indonesia. Kementerian Pemuda dan Olahraga akhirnya mersemikan Pengurus Besar (PB) esports pada hari Sabtu tanggal 18 Januari 2020 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta. Dan menunjuk Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal Pol (Purnawirawan) Budi Gunawan sebagai ketua umum.

Meski baru dibentuk, namun PB esports ini sudah memiliki tanggung jawab untuk membuat aturan resmi yang mengatur esports Indonesia agar lebih jelas dan terarah, termasuk pula perlindungan kepada para pemain dan tim.

Dengan adanya wadah, aturan, dan perlindungan ini, maka diharapkan prestasi para atlet Indonesia bisa lebih terarah dan terayomi khususnya dalam kancah Internasional.

4. Federasi Esports Indonesia

Dan yang terakhir adalah Federasi Esports Indonesia. Dalam hal ini FEI juga ingin ikut serta dan berkontribusi serta ikut serta terhadap sisi para pemain, event organizer, hingga industri esports itu sendiri.

Pemeran utama di balik terbentuknya federasi ini adalah Giring Ganesha yang menjabat sebagai wakil ketua FEI serta presiden dari IESPL.

Itulah 4 asosiasi industri esports yang ada di Indonesia yang siap membantu, mengarahkan dan menanungi para atlet atlet berprestasi yang siap tampil di kancah nasional maupun di kancah internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *